Tanggal 1 Maret, aku mau jalan-jalan ke Forbidden city, belum tahu gimana cara kesananya dari Tang-Gu. Setelah nanya2, akhirnya dikasih tahu kalau ke sana ada Shinkansen alias kereta cepat. Aku juga may kasih titipan ole2 nur chan untuk mr Ito, jadi sebelum ke sana aku telpon beliau, bilang kalau aku mau ke Beijing mau jalan ke Forbidden City dan Tianmen n mau serahin titipan oleh2 nur chan.
Jam 9 pagi aku ke sta Tang-Gu naik taxi 10 menit fee taksinya sekitar 11 yuan.
Di stasiun , aku sempat kebingungan karena semua tulisannya pakai karakter china, untungnya karena aku bisa tulisan kanji sedikit, jadi masih bisa meraba-raba bacaanya.
Again...kebingungan lagi waktu mau pesan tiket, karena petugasnya gak bisa ngomong inggris. Untungnya ada satu officer cewek yang bisa bahasa Inggris. Setelah bertanya dan memberitahu tujuanku ke Beijing akhrinya dikasih tahu kalau kereta berikutnya jam 12.20...duh..masih ada 3 jam lagi... akhirnya aku pesan tiket 70Yuan ke Beijing Selatan (peking nan). Karena ada waktu 3 jam aku jalan2 aja di taman dekat stasiun. Tamannya putiiihhhh semua akibat salju yang turun semalam. Aku juga mampir ke mini market beli minuman dan buah buat bekal di kereta.
Aku sms mr ito lagi bilang kalau kerataku berangkat jam 12.20 dan sampai di sana jam 13.20. setelah bura-bura di Forbidden city aku bilang mau ketemu dia. Eh...kalau memang rejeki gak kemana...dia malah bilang kalau staff nya namanya Jan san akan nemenin aku jalan di Forbidden City dan Tianmen. Alhamdulillah....akhirnya akan ada yang nemenin aku. Tadinya aku sudah pasrah aja deh...ngebayangin jalan-jalan sendiri, nanya sana-sini pakai bahasa isyarat hehehe. Tapi ternyata... Allah tidak membiarkan itu terjadi.
Jam 14.40 aku sampai di Sta Beijing Selatan... Hmm... Stasiunnya Luuaasss banget ada 2 lantai. Trus line nya ada 23 line. Rapi...dan Bagusss.... kalau dilihat dari luar seperti bola.
Sta ini dibangun saat Olimpiade di Beijing katanya.
Saat keluar pintu sta..aku melihat sosok wanita dengan coat warna hijau dengan tulisan namaku Evi berdiri disana...aku senang banget...langsung teriak...Jan saaaannnn....
Langsung deh..kita ngobrol..akhirnya aku bisa buka suara di china tidak hanya komunikasi satu arah dan bahasa isyarat. Senaaannnggg banget. Aku bilang sama Jan..aku senang banget akhirnya bisa ngobrol di sini hehehhe. Jan san Arigatooo...
Jan san langsung ngajak aku naik taxi. Di taxi dia tanya aku mau ke mana aja. Aku bilang kalau aku mau ke Tianmen dan ke Forbidden City. Dia tahu Tianmen..tapi Forbidden City..???? Aku sempat bingung...masak sih dia gak tahu Forbidden city..?? padahal kan itu salah satu tujuan wisatawan asing..?? akhirnya aku terangin pakai bahasa jepang.. ( o iya aku dan jan komunikasinya pakai bahasa jepang heheh :) kalau Forbidde tte Kinshi, City tte Machi dakara Forbidden city wa Kinshi no machi, akhirnya dia bilang...hai..,hai...wakatta...hahahahaha kita ketawa setelah dia tahu apa yang aku maksud. Hontoni omoshirokatta. Di China, ngomong bahasa Jepang dengan orang china. :)
Jan san benar2 paham tentang sejarah Forbidden City. Sambil melihat2 dia cerita sejarah masing2 tempat. Tapi sayangnya hasil rekaman handycamp gw rusak..jadi hilang deh rekamannya..:(
Forbidden city hanya buka sampai jam 16.00, karena kita sampai di sana sudah siang sekitar jam 2 lewat..jadi gw gak bisa terlalu lama menikmati ditiap tempat...at least gw sudah melihat semuanya meskipun hanya sebentar2 doang.
Dari Forbidden city...diseberangnya sudah terbentang lapangan Tianmen yang terkenal itu.
Ge hanya melihat dari jarak jauh..karena waktunya udah kesorean/
Tapi Gw akan kesini lagi besok biar bisa menikmati lebih lama.. :)
Malamnya gw bertemu dengan ito san di rest dandon yang terkenal diantara orang asing. Restoran yang bagus dan mahal. Ito san sankyuuu...
Menu yang di pesan Lee san sekretaris mr ito enak2...Lee chan arigatoo...
Seharian ini, gw bener2 menikmati hari gw di Beijing.
Ito san, Jan san, Lee san...iro-iro osewa ni narimashite arigatoooo...