Sabtu, 13 Juni 2009

Kuliner Medan


Tempat Dagang Es Skoteng & Es Campur Ko Aliong

Sate Kerang Mie Rebus Martabak Telur

Tip Top Rest Kantor Pos Medan


Es Krim di Tip Top



Setiap kali aku pulang ke Medan, aku gak pernah lupa untuk membeli minuman kesukaanku, yaitu Es Sekoteng dan Es Campur.
Es Sekoteng isinya : Irisan manisan jeruk, cincau/lengkong, agar-agar, buah jali, butiran jagung rebus manis, selasih, sirup dan dikasih es batu. Rasanya Segeerrr banget.
Kalau Es Campur isinya : Tape singkong, cincau, kacang merah yg dihaluskan, delima, cendol, butiran jagung rebus manis, ditambah santan dan air gula merah. Pokoke, Es Campur di Medan TOP BeGeTe deh.
Tapi.....aku hanya suka Es Sekoteng dan Es Campur ditempat langgananku di Pasar Petisah. Yang dagang namanya A-Liong. Warungnya kecil sih...tapi...pelanggannya rame. Dia mulai beroperasi sekitar jam 12an gitu deh.
Harganya juga gak mahal koq hanya Rp.6,000/Gelas Besar

Buat yang suka Mi Sop or Bakso, boleh deh mampir di depan Universitas Methodist. Irisan Daging Sapinya buanyaaakkkk banget. Rasanya juga Top Markotop kata pak Bondan hehehhehe. Harganya kalau gak salah Rp.16.000/mangkok

Nach...kalo buat yang ingin menikmati makanan sambil santai di malam hari, boleh tuh mampir ke TIP TOP Cafe & Restoran di Jl A. Yani (daerah Kesawan).
Restoran ini dari dulu sampe sekarang cukup terkenal dan gedung2 disekitar daerah ini, kebanyakan gedung-gedung tua, jadi sangat cocok buat yang menyenangi suasana santai dan tenang.

Makanannya juga enak-enak lho.
Kentang Gorengnya, Sup Asparagus, Sup Tahu Bakso, Steak, Nasi Goreng, dan Es Krimnya gak akan mengecewakan deh.
Harga makanannya juga gak mahal-mahal banget, berkisar antara Rp.10,000 –Rp. 50,000,-

Untuk kuliner malam yang lainnya ada di daerah Kampung Keling, biasanya kalau di sini aku makan Mie Rebus atau Martabak Telur. Jus Terong Belandanya juga enak lho. Harga makan dan minuman di sini rata-rata Rp.8,000 - Rp.10.000, tapi kalo sate kerangnya hanya Rp.2000

So fren...kalo lagi main ke Medan, boleh deh dicoba tempat makan ini.

Jalan-Jalan ke Danau Toba - Parapat






Sudah lama banget aku gak jalan2 ke D. Toba. Terakhir aku ke sana kalo nggak salah tahun 2000 deh. Pulang kampung yang lalu, bersama temanku Rima dan adikku, ipar dan sepupu + ponakan, kami pergi ke Parapat – Danau Toba. Biasanya butuh waktu 3 jam dari Medan – Parapat, tapi karena adikku bawa kendaraanya tidak terlalu kencang, kita butuh waktu 4 jam utk sampai ke D. Tobanya.

Sampai di D. Toba , kita langsung ke Tomok, naik Ferry dari Pelabuhan Tiga Raja. Ongkos Ferrynya Rp.5000/orang. Ternyata wisatawan dari Malaysia cukup rame lho yang ke D. Toba. O..iya dari pelabuhan Tiga Raja ke Tomok kira2 30 menit.

Karena masih siang, jadi gelombang airnya tidak terlalu tinggi. Biasanya kalo sudah sore, gelombangnya cukup tinggi.

Hhmm...mm... ternyata danau Toba masih seindah dulu (^v*)

Di Tomok, objek wisata yang bisa dilihat antara lain, Makam Raja Sidabutar yang sudah berumur ratusan tahun, Museum Batak, Si Gale-gale (boneka dari kayu yang seukuran badan manusia, mirip ondel2 gitu deh). Biasanya di tampilkan jika ada wisatawan yang datang.

Di sini aku membeli Ulos Batak titipan dari temenku.

Sepanjang jalan dari pelabuhan tomok ke objek wisatanya banyak berjejer toko-toko souvenir. Yang lucunya, pedagang2 itu menawarkan barang dengan harga MYR (Malaysia Ringgit) , mungkin mereka kira kami wisatawan dari Malaysia karena pakai jilbab. Kaos-kaos ditawarkan dengan harga 5 ringgit (*v*)

Kamis, 04 Juni 2009

Tanjung Ann - Lombok Selatan









Pertama kali aku ke Lombok karena ada kerjaan dari kantor, so otomatis gak bisa jalan kemana-mana. Tapi , Alhamdulillah karena acaranya di daerah Sengigi, jadi setelah selesai acara, aku bisa bermain-main di pantai Sengiginya. Di Sengigi aku nginap di Sunset house homestay , tempatnya cukup bagus dengan harga permalamnya sekitar Rp.300.000.- (lupa harga pastinya) sudah termasuk breakfast.

Critanya setelah selesai kerjaan dari kantor, aku punya waktu setengah hari untuk jalan-jalan. Aku minta ditemenin ama temen yg tinggal di Lombok. Karena aku tidak tertarik ke Gili Trawangan (soalnya sudah terlalu rame), temenku ngajak aku ke Tanjung Ann - Lombok Selatan. Dengan menyewa mobil, kita berangkat deh kesana. Dari Mataram ke Tanjung Ann kira-kira 1.5 - 2 jam gitu deh...

Buat yang udah pernah ke Krakal di Yogya, nach..perjalanan menuju ke Tj. Ann ini mirip2 seperti itu...sepi , tidak banyak kendaraan, tapi jalanannya bagus beraspal.
waktu sampai di sana...kebetulan ada kru Film yg sedang ngambil adegan di sana.
Dan.....hhmm..mmm...aku suka tempat ini...
Airnya masih biru dan bersih banget....gak nyesel deh aku ke sini.
Pengunjungnya masih sedikit..jadi pantainya masih bersih dari polusi sampah.

Setelah Pantai-pantai di Lombok Barat yang sangat eksotik....aku juga suka dengan pantai di Tj Ann ini.
Karena waktuku terbatas, jadi aku tidak bisa berlama2 di sini. setelah puas mengambil foto, kita kembali ke Mataram.
Antara Tj Ann dan Mataram, ada suatu perkampungan suku Sasak di perkampungan Sade.
Perkampungan ini letaknya di pinggir jalan raya, rumah dan penduduk suku ini juga sedikit. Konon katanya, pendudu sasak ini, hanya menikah dengan sesama suku sasak.
O..iya , lantai di rumah suku sasak ini, katanya dari kotoran sapi/lembu, yang dikerasin. waktu aku kesana utk melihatnya, tidak ada lho aroma yang gak enak seperti kotoran lembu. Mana licin lagi...Koq bisa ya..?????